Categories
Agribisnis

Rock Phosphate dari Peru

Pada pameran The 3rd International Farming Technology Expo, Jakarta, 28-29 September 2017, PT Wilmar Chemical Indonesia memperkenalkan Rock Phosphate (RP).

Batuan fosfat dari Peru ini berguna membantu proses perkecambahan biji, pembentukan nukleoprotein dan fosfolipid, merangsang pembentukan akar, memperlancar transfer energi dan metabolisme tanaman, proses pembelahan sel dan pembesaran jaringan, serta pembentukan tunas, bunga, biji, dan buah.

Menurut Ramdani, kandungan P2O5 total RP sekitar 29-30% di atas batuan fosfat alam grade A (berdasarkan SNI 02-3776- 2005), sedangkan fosfat yang bisa diserap tanaman setelah aplikasi (phosphate availibility) sekitar 12-13%. “Ketika RP ini diapli kasikan, yang langsung bisa diserap tanaman 12-13%. Sisanya (sekitar 17%) mesti ada beberapa proses di tanah sehingga dia (fosfat) akan available dalam jangka waktu yang lama,” papar Pengembangan Pasar Wilmar itu.

Karena P2O5 pada RP itu tidak semua bisa diserap tanaman, maka industri pupuk mengeluarkan SP36 (Double Super Phosphate 36) ataupun TSP (Triple Super Phosphate). SP36 dan TSP ini adalah hasil pengolahan batuan fosfat dengan menggunakan asam sulfat sehingga fosfat bisa langsung diserap tanaman. Sekitar 2-3 hari setelah aplikasi, SP 36 dan TSP bisa langsung diserap tanaman.

Pada perkebunan sawit, menurut Ramdani, pekebun lebih suka langsung mengaplikasikan RP karena harganya relatif murah ketimbang SP 36 atau TSP. Sebab, 60-70% biaya perkebunan sawit itu bersumber dari pupuk. Dengan aplikasikan RP, sawit masih bisa menikmati lezatnya P2O5, dan sisa fosfat yang belum terserap tanaman bisa men jadi tabungan fosfat pada tanah.

Kelak, setelah beberapa tahun, tabungan fosfat ini bisa menjadi sumber fosfat yang bisa diserap. Buat apa mengimpor RP dari Peru, toh di Indonesia juga ada RP? Berdasar pengetahuan dan pengalamannya, menurut Ramdani, kandungan total P2O5 RP yang berasal dari bukitan di Indonesia ini sekitar 7-12%, jauh di bawah ketentuan SNI. Bagaimana dengan phosphate availibitly RP dari Indonesia ini? “Mungkin yang available-nya sama sekali tidak ada,” katanya.

Selain di perkebunan sawit, Wilmar sedang mengujicoba pengaplikasian RP pada tanaman padi. “Kami sedang ujicoba di padi. CaO RP ini juga tinggi, dia bisa menaikkan pH,” ungkapnya.