Categories
Berita

Modus Kecurangan SPBU Terbaru Tahun ini

http://37.60.246.47/ – Kasus SPBU curang kembali terjadi, kali ini menimpa SPBU Pertamina 34-12305 di Jl. Raya Veteran, Rempoa, Bintaro, Jaksel. Kasus diungkap Tim Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (6/06). Informasi PT Pertamina Persero, dispenser yang digunakan pada SPBU 34-12305 bermerek SOMO. “Meteran atau dispenser yang digunakan bermerek SOMO. Itu memang salah satu standar dispenser Pertamina. Hanya saja dimanipulasi oleh teknologi yang bisa mempengaruhi takaran bahan bakar,” buka Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication PT Pertamina Persero pada jumpa pers di SPBU Abdul Muis (7/6).

Sebelumnya, seperti dikutip dari Warta Kota (7/6), terungkap kelima pelaku merupakan pengelola dan pengawas SPBU. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Ini pertama kalinya kami menemukan alat pengendali jarak jauh (remote control) untuk mengontrol takaran di SPBU, modus baru,” ungkap Kasubdit Sumdaling Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Adi Vivid. Pasca diringkus, turut diamankan satu unit unit mesin digital regulator stabilizer, dua unit remote control, tiga unit alat atau komponen tambahan yang dimasukkan ke dalam dispenser pengisian BBM, serta dua unit struk pembelian BBM. Terdapat 7 dispenser yang beroperasi di SPBU Rempoa dengan total 17 ton BBM per hari, seluruhnya dikurangi takarannya, yakni tiap 20 liter dikurangi 1,4 liter. Artinya, kalau beli bensin 20 liter, maka dapatnya hanya 18,6 liter. Aksi yang berjalan setahun ini menggunakan remote control yang dipencet dari ruangan di lantai atas. Tujuannya memainkan alat digital regulator stabilizer, sehingga tegangan listrik berkurang dan mempengaruhi takaran BBM.

Meski pencurangan takaran di SPBU sudah tidak terdengar asing lagi, namun metode yang dilakukan di SPBU 34-12305 tergolong baru. Pasalnya, jika biasanya kecurangan takaran hanya dilakukan dengan memainkan nosel bensin dari dispenser yang digunakan, kali ini melibatkan peralatan yang lebih advanced, termasuk remote control. Skemanya, stabilizer power supply disimpan secara underground, kemudian bisa disetel nyala atau mati via remote control yang dipegang langsung oleh pengontrol di lantai 2 kantor SPBU tersebut. Sedangkan untuk kabel penghubung stabilizer power supply dan komponen khusus di dispenser dipasang underground. Bagaimana cara kerja persisnya memang masih belum diketahui. Namun menggunakan logika sederhana seperti yang diutarakan Victor Widiputra S.T., M.T, Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia, metering unit di dispensernyalah yang diakali oleh alat tersebut.

“Sederhananya, aliran bensin dari pompa ke nosel seharusnya memicu tegangan untuk menggerakkan metering unit ke register. Penggunaan alat tersebut membuat metering unit tersuplai sendiri,” ujar Victor. Bila benar, komponen di dalam dispenser tersebut sebenarnya berupa regulator yang dapat mengatur banyak sedikitnya aliran bensin ke nosel, sehingga dapat memperlambat untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang dialirkan ke tangki mobil sambil tetap menggerakkan metering unit secara normal dengan tetap menyuplai tegangan yang dibutuhkan. Cukup masuk akal mengingat mengakali panel layar digital pada dispenser akan lebih memungkinkan dibanding versi mekanikalnya terdahulu, mengingat kemajuan di bidang teknologi yang kian pesatnya