Dukung Petani Melalui From Farm to Table Expo

Dukung Petani Melalui From Farm to Table Expo

Pameran ini merupakan ajang menampilkan para pelaku dan calon pelaku di bidang pertani an di Indonesia dan internasional. pa itu From Farm to Table (FFT)?

Yaitu bagaimana menyediakan pangan dari tingkat usahatani sampai di meja makan. Hal ini antara lain meliputi penyediaan bahan baku (dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikan an), pascapanen, pengolahan, pe ngemasan, logistik (transportasi dan distribusi), toko ecer an, dan konsumen akhir.

Bahkan cakupan FFT itu sampai ke tingkat pengolahan makanan di rumah tangga dan bagaima na makanan itu memberikan nutrisi ke tubuh manusia. Dalam mengonsumsi makanan bukan untuk sekadar kenyang, tetapi bagaimana makanan itu menyehatkan konsumen akhir yang menyantapnya. Untuk itulah PT Krista Media Pratama mengadakan “From Farm to Table Expo”, 6-9 Desember 2017, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Banten.

“Kita harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Produk-produk pertanian di dunia saat ini semakin baik dan berkualitas. Kita harus meningkatkan sumberdaya alam kita dan tenaga yang handal untuk mendongkrak pertanian kita,” kata Daud D. Salim, CEO Krista Media, pada acara FFT, Rabu, 6 Desember lalu.

Pameran ini antara lain menampilkan beragam bidang seperti teknik penanaman, sistem irigasi, pemanenan, alat dan mesin pertanian, agrikimia, smart farming, pengolahan, logistik, dan energi. “Pameran ini merupakan ajang untuk menampilkan para pelaku pertanian atau orang-orang yang mau masuk ke dunia pertanian agar mereka lebih tahu tentang pertanian itu sendiri,” lanjut Daud.

Wadah Unjuk Jatidiri

Selain itu, pameran berskala internasional ini juga menampilkan berbagai acara menarik dari industri pertanian, perkebunan, hortikultura, florikultura, dan peternakan. “Pertanian kita sa ngatlah besar. Karena itu kita membutuhkan wadah seperti pameran ini yang akan berfokus pada produk-produk pertanian dan peternakan lokal, serta teknologi di dalamnya,” jelas Daud.

Memang, kalau dilihat dari konteks sistem agribisnis (sarana produksi, usa hatani, pascapanen, pengolahan, pe masaran, jasa swasta dan jasa pe merintah), kontribusi agribisnis terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indone sia sekitar 55%. Angka ini menunjukkan, betapa besarnya kontribusi agribisnis tanaman pangan, agribisnis hortikultura, agribisnis perkebunan, agribis nis kehutanan, agribisnis peternakan, dan agribisnis perikanan terhadap perekonomian Indonesia.

Berbagai acara menarik seperti talkshow, hidroponik (oleh Ijo Hydro), seminar (Asosiasi Obat Hama Indo nesia), dan lokakarya (Assphami) dilakukan pada pameran ini. Acara ini dihadi ri per wakilan asosiasi, seper ti ALSINTANI, ASKINDO, GPPU, PAABI, ASPPHAMI, AOI, DSMI, ASOHI, ISPI, ARPI, AEKI. Pameran di bidang pertanian seperti FFT ini sangat perlu dilakukan dan didukung semua pihak agar masyarakat mengetahui betapa besar kontribusi agribisnis terhadap pembangunan Indonesia.

Karena itu, Daud berharap, kegiatan se perti ini bukan hanya dilakukan swas ta, tetapi juga oleh semua stakeholder, termasuk pemerintah, agar Indonesia unggul di bidang pertanian. “Mari kita bersama petani Indonesia meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian kita,” kata Daud.

Dengan dukungan teknologi, diharapkan petani Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan segar dan olahan domestik dan dunia